Oke, mari kita membahas tentang rokok lagi.. kali ini gw cuma menyadur suatu tulisan yang dibuat dalam rangka hari bebas tembakau sedunia (ya ya.. sama kaya judul tulisan ini)..
tulisannya agak panjang, jadi gw ambil yang kira2 bisa “menyentil” para perokok di sekitar kita.. hehe..
Enjoy!!
Catatan Hari Bebas Tembakau Sedunia/HTTS, 31 Mei
Indonesia Surga bagi Industri Rokok
Oleh ARDA DINATA
TIADANYA komitmen pemerintah Indonesia terhadap kesehatan masyarakat makin tercermin dengan dihapuskannya batas tar dan nikotin dalam revisi peraturan pemerintah No. 18 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan. Padahal, asap rokok secara ilmiah sudah terbukti menyebabkan setidaknya 25 jenis penyakit. Artinya, saat berbagai negara — termasuk negara berkembang — memperketat peraturan soal rokok untuk melindungi kesehatan rakyatnya, namun Indonesia justru menjadi surga bagi industri rokok.
Wahai perokok…! Bukankah seseorang akan senantiasa mencintai apa yang dicintai oleh kekasih-Nya (lebih-lebih, bila kita ingin dicintai-Nya), maka kita pun akan membenci yang dibenci-Nya. Allah SWT tidak menyukai asap rokok, lantaran ia adalah khabaits sesuatu yang buruk. Allah berfirman, “Menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang ‘khabaits’ (yang buruk)” (QS. Al-A’raf: 157).
Bahan kimia
Menurut Dr. R.A. Nainggolan (1998), terdapat beberapa bahan kimia yang ada dalam rokok. Di antaranya, acrolein, merupakan zat cair yang tidak berwarna, seperti aldehyde. Zat ini sedikit banyaknya mengandung kadar alkohol. Artinya, acrolein ini adalah alkohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
Bahayakan tubuh
Salah satu proses yang memang belum berdampak pada penampilan fisik perokok adalah gangguan pada sistem sirkulasi darah, yang akhirnya memicu penyakit jantung. Kami menggolongkan mereka sebagai ‘perokok sehat,’ kata Dr. Johannes Czenin (baca: SHAR’niin), Rektor kepala pada Departemen Molekular dan Farmakologi UCLA. Lebih lanjut dikemukakan, walau belum ada indikasi jantung koroner, toh ada abnormalitas yang kami sebut vosomotion, atau perubahan pada aliran darah.
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup Amerika (EPA – Environmental Protection Agency) mencatat tidak kurang dari 300 ribu anak-anak berusia 1 hingga 1,5 tahun menderita bronchitis dan pneumonia, karena turut mengisap asap rokok yang diembuskan orang di sekitarnya terutama ayah-ibunya.
Nasib kaum ibu bersuamikan perokok agaknya tak berbeda jauh dengan anak-anak yang memiliki keluarga perokok. Penelitian yang dilakukan EPA menghasilkan kesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 di antaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru bila suaminya perokok.
Berhenti merokok
Kurt Salzer (1950:59), dalam Thrirteen Ways to Break the Smoking Habit, mengemukakan, ada 13 metode berhenti merokok.
………kecantikan karena rokok. ( 8 ) Adalah watak orang-orang muda, bahwa walaupun ada sifat menentang ibu-bapak atau guru, namun mencoba meniru mereka. Bapak atau guru yang melarang anak-anak merokok, tetapi mereka sendiri merokok, akan diikuti anak-anak jadi perokok. Oleh karena itu, Anda perlu menyadari pengaruh Anda sebagai orang tua atau guru, kalau Anda masih tetap merokok. ( 9 ) Pernahkah Anda membakar…………..
END
My Comment :
mungkin bagi sebagian orang, artikel ini “just-another-anti-smoking-article” yang membahas berbagai macam kejelekan rokok..
tapi artikel seperti ini harus terus ditulis dan juga dibaca oleh banyak orang.. karena kalau tidak, mungkin semua orang di dunia ini akan menjadi perokok!!
wow apa jadinya dunia!!
Mei 23, 2008 at 8:29 am
Makasih atas komen tulisan saya.. ayo… siapa lagi mau tulis tentang rokok… aku dukung…
slam dari:
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com
Juni 1, 2008 at 7:55 pm
hidup dunia bebas asap rokok!
saya ngelink ke sini yak
Juni 1, 2008 at 9:33 pm
@arda : haduh maaf ya mas, saya menyadur tulisan mas.. hehehe…
@rara : hidup juga!! hehe.. thx link nya..
Juni 3, 2008 at 3:56 pm
ternyata…….aturan no smoking di GMF itu……cuma buat menekankan kami para KPers…..
nyatanya……….
gw masuk kamar mandi, full asep……
kurang ajar.
Juni 20, 2008 at 9:56 pm
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Ichthyology!
Juli 14, 2008 at 9:23 am
Harusnya ada larangan tegas, guru tidak boleh merokok di lingkungan sekolah. Hayo kampanyekan agar sekolah di Indonesia bebas dari rokok. Get our schools tobacco free. Siapa yang menentang? Pasti kelihatan bodoh.
Oktober 1, 2009 at 11:49 pm
@Ichthyology : sorry i’m not using the formal structure of Bahasa, so it might seems a little bit odd hehe..
@Giyono : betul sekali pak.. guru2 bukan hanya banyak yang merokok di sekolah, bahkan terkadang mereka merokok bersama2 dengan muridnya..
Kalau pendidik bangsa saja seperti itu, tidak mengherankan jika generasi penerus bangsa akan mempunyai watak yang sama..